Analisis Framing Pemberitaan Online Gerakan Indonesia Tanpa Feminis

  • A'yun Masfupah
Keywords: Robert N. Entman, framing, feminis

Abstract

Beberapa waktu yang lalu muncul akun instagram bernama Indonesia tanpa feminis, akun ini dibuat sebagai media untuk menyebarkan berita bahwa ada sekelompok orang yang ingin feminisme di Indonesia ditiadakan. Mereka mengatakan bahwa Indonesia tidak butuh gerakan feminis untuk membela hak perempuan karena dalam islam pun derajat perempuan sudah dimuliakan. Meskipun gerakan Indonesia tanpa feminis menuai banyak tanggapan dari masyarakat baik postif ataupun negatif peneliti hanya menemukan sedikit situs berita online yang membahas berita tersebut, berita ini pertama kali diangkat oleh The Jakarta Post pada tanggal 1 April 2019 dengan judul berita “My Body Is Not Mine: Indonesia Without Feminists group start online campaign (Tubuhku bukan milikku: Kelompok Indonesia Tanpa Feminis memulai kampanye online)”. Oleh karena itu peneliti tertarik melihat bagaiman framing media terhadap berita ini. Model pendekatan yang dipakai adalah analisis framing model Robert N. Entman. Model ini digunakan untuk mengetahui tentang suatu realitas yang terjadi di lapangan dan bagaimana kita menafsirkan realitas tersebut ke dalam konten. Media yang diteliti adalah Tribunnews, VOA Indonesia dan Matamata Politik karena ketiga media tersebut yang paling awal menerbitkan berita tentang Indonesia Tanpa Feminis setelah The Jakarta Post. Hasil penelitiannya dapat disimpulkan ketiga media memiliki framing berbeda. Tribunnews framing beritanya lebih menekankan bagaimana tanggapan dari berbagai pihak dan dari kalangan yang beragam. Fokusnya lebih ke tanggapan anak muda usia 20an seperti influencer sosial media. Sedangkan VOA Indonesia framingnya masih sama seperti Tribunnews yaitu menghadirkan tanggapan dari berbagai narasumber, yang membedakan narasumbernya seorang ahli dibindang tertentu seperti Dr. Nur Rofiah seorang dosen tafsir di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an. Kemudian yang terakhir adalah Matamata Politik Indonesia yang menurut peneliti framing medianya melihat dari sudut pandang mereka yang pro dengan gerakan Indonesia Tanpa Feminis, dilihat dari narasumbernya yang tidak setuju dengan feminisme.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-30