Redesain Penguatan ‘Asabiyyah Perempuan Dalam Mengatasi Queen Bee Syndrome:Perspektif Al-Qur’an Dan Pemikiran Ibnu Khaldun

Penulis

  • Nawang Wulandari Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah
  • Fithrotin Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah, Lamongan, Indonesia
  • Sifwatir Rifah Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah, Lamongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58518/equality.v4i1.5201

Kata Kunci:

Queen Bee Syndrome, ‘asabiyyah Perempuan, Solidaritas Sosial, Nilai Qur'ani, Ibnu Khaldun

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena  Queen Bee Syndrome dalam perspektif Al-Qur'an dan konsep ‘asabiyyah Ibnu Khaldun serta merumuskan model penguatan solidaritas perempuan sebagai upaya mengatasi degradasi moral dalam relasi sosial perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder, meliputi Al-Qur'an, Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, Fi Zilal al-Qur'an karya Sayyid Qutb, serta berbagai literatur ilmiah yang membahas Queen Bee Syndrome, kepemimpinan perempuan, moralitas, dan solidaritas sosial. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Queen Bee Syndrome tidak hanya merupakan persoalan psikologis individual, tetapi juga mencerminkan melemahnya solidaritas sosial (‘asabiyyah) perempuan akibat struktur sosial yang kompetitif, budaya patriarki, dan internalisasi nilai-nilai dominan. Dalam perspektif Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Hujurat ayat 11, perilaku tersebut bertentangan dengan prinsip penghormatan terhadap martabat manusia, persamaan derajat, dan saling mendukung antarsesama. Sementara itu, teori ‘asabiyyah Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa melemahnya solidaritas sosial akan melahirkan fragmentasi dan konflik dalam suatu kelompok. Penelitian ini menawarkan redesain skema penguatan ‘asabiyyah perempuan melalui internalisasi nilai Qur'ani, pembentukan kesadaran moral, penguatan budaya kolaboratif, serta kepemimpinan inklusif yang meneladani Aisyah binti Abu Bakar. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep sosiologi Ibnu Khaldun dengan nilai-nilai Al-Qur'an dalam merumuskan pendekatan moral dan sosial untuk mengatasi Queen Bee Syndrome. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosial Islam, pemberdayaan perempuan, dan penguatan solidaritas perempuan dalam kehidupan modern.

Referensi

Derks, B., Van Laar, C., & Ellemers, N. (2016). TheQueen Bee phenomenon: Why women leaders distance themselves from junior women. The Leadership Quarterly,27(3),456–469. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2015.12.00

Marjuan, M., Nur, M., & Sugiyono. (2025). Asabiyyah dan umran: Fondasi sosiologi Islam dalam pemikiran Ibnu Khaldun. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 1542–1553.https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA

Masruchiyah, N., & Laratmase, A. J. (2023). Pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan di era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 12(2), 125–138. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jgg

Mukhtar, S., Shidiq, F., Kusuma, H., & Rafli, M. Z. (2025). Peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan pendidikan karakter anak. Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(1), 112–124. https://ejournal.iaitabah.ac.id/index.php/ar-ruhul-ilmi

Qomariyah, E. (2017). Nilai-nilai karakter yang dapat ditiru dari wanita-wanita yang dekat dengan Nabi Muhammad Saw (Khadijah RA, Aisyah RA, Fatimah RA) (Disertasi, UIN Raden Intan Lampung). http://repository.radenintan.ac.id

Shofwan, I., & Munib, A. (2023). Pendidikan karakter sosial Qur’ani: Studi tafsir Surat Al-Hujurat ayat 11–13. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman,13(1), 80–95. https://doi.org/10.33367/intelektual.v13i1.3584

Sobczak, A. (2018). TheQueen Bee Syndrome: The paradox of women discrimination on the labour market. Journal of Gender and Power, 9(1), 54–65. https://doi.org/10.14746/jgp.2018.9.005

Staines, G. L., Jayaratne, T. E., & Tavris, C. (1974). TheQueen Bee Syndrome. Psychology Today, 7(8), 55–60. https://www.proquest.com

Triana, M. (2025). Managing diversity in organizations: A global perspective on equality, diversity, and inclusion (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003489730

Wantu, H. M. (2020). Pendidikan karakter untuk membentuk moralitas anak bangsa.Jurnal Irfani, 16(1), 1–8. https://ejurnal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ir

Yusainy, C., Adila, I., Rachmayani, D., Hikmiah, Z., & Wicaksono, W. (2023). Sabda Pandita Ratu:Queen Bee dan ostrasisme dari perspektif pekerja perempuan. Buletin Psikologi, 31(1), 80–93. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.77070

Zahara, Z. (2017). Pendidikan karakter Aisyah RA dalam buku Sirah Aisyah Ummul Mukminin RA karya Sulaiman An-Nadawi (Disertasi, UIN Raden Intan Lampung). http://repository.radenintan.ac.id

Zaidi Salim, N., dkk. (2022). Rekonstruksi pendidikan karakter di era globalisasi: Studi analisis konsep pemikiran Ibnu Miskawaih. Jurnal Al-Thariqah: Pendidikan Agama Islam, 7(1), 37–51. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2022.vol7(1).8280 arterly, 27(3), 456–469. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2015.12.007

Ellemers, N. (2014). Women at work: How organizational features impact career development. Policy Insights from the Behavioral and Brain Sciences, 1(1), 47–56. https://doi.org/10.1177/2372732214549327

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2025). Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA): Data kekerasan perempuan dan anak di Indonesia tahun 2025. https://kekerasan.kemenpppa.go.id

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Laporan kesehatan reproduksi remaja Indonesia. https://www.bkkbn.go.id

Khoiruddin. (2016). Analisis teori ashabiyah Ibn Khaldun sebagai model pemberdayaan ekonomi umat. ASAS, 8(1). https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/asas

Lubis, Y. M. (2024). Ujaran kebencian di era digital (Perspektif etika komunikasi Al-Qur'an dan solusinya). Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 6(1), 1–17. https://ejournal.stidkiaracendekia.ac.id/index.php/busyro

Lutfi, N. (2021). Pemikiran Ibnu Khaldun tentang perubahan (Disertasi, UIN Raden Intan Lampung). http://repository.radenintan.ac.id

Karomah, W., & Hidayati, T. W. (2025). Menafsir Ulang Relasi Gender Dalam Qs. An-Nisa’ (4):34 Aplikasi Pendekatan Hermeneutika Kritik Muhammad Arkoun. EQUALITY: Journal of Gender, Child, and Humanity Studies, 3(1), 66–85. https://doi.org/10.58518/equality.v3i1.3879

Yusainy, C., Adila, I., Rachmayani, D., Hikmiah, Z., & Wicaksono, W. (2023). Sabda Pandita Ratu:Queen Bee dan ostrasisme dari perspektif perempuan pekerja.Buletin Psikologi, 31(1), 80–93. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.77070

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Wulandari, N., & Fithrotin. (2026). Redesain Penguatan ‘Asabiyyah Perempuan Dalam Mengatasi Queen Bee Syndrome:Perspektif Al-Qur’an Dan Pemikiran Ibnu Khaldun (S. Rifah, Penerj.). EQUALITY: Journal of Gender, Child, and Humanity Studies, 4(1), 40-57. https://doi.org/10.58518/equality.v4i1.5201