PERAN PESANTREN TARBIYATUT THOLABAH DALAM PENGEMBANGAN ISLAM DI PESISIR LAMONGAN
Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui kontribusi pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan dalam pengembangan Islam di Pesisir Lamongan. Pembahasan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur. Pesantren sejak awal berdirinya hingga sekarang menjadi salah satu pusat studi Islam yang paling dipercaya umat Islam. Kegiatan pendidikan keagamaan di Pesantren dinilai komprehensif karena tidak hanya terjadi transfer of konwoledge, akan tetapi transfer of value. Pesantren Tarbiyatut Tholabah adalah lembaga pendidikan Islam yang berumur lebih dari satu abad berdiri tahun 1898. Kontrubusi pesantren Kranji dalam upaya meneruskan estafet dakwah Islam di wilayah pesisir Jawa khususnya di wilayah Lamongan juga tidak terbantahkan. Dalam skala nasional melalui pengasuhnya KH. Abdul Karim Musthofa, pesantren ini telah berkontribusi dalam perintisan pendirian Jamiyyah Qurra wal Huffadz dan Musabaqah Tilawatil Quran tahun 1951. Tidak hanya itu, sebagai pesantren tua, pesantren Kranji telah melahirkan banyak alumni yang saat ini berkiprah di banyak wilayah Indonesia dan mendirikan Pesantren di pesisir Lamongan, di antaranya Pondok Pesantren Al-Amin Tunggul, Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Paciran, Pondok Pesantren Raudlatul Muta’abidin Payaman Solokuro, Pondok Pesantren Darul Ma’arif Payaman Solokuro, Pondok Pesantren Sunan Drajat Banjaranyar, Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, Pondok Pesantren Al-Islah Sendang Agung, Pondok Pesantren Modern Paciran, Pondok Pesantren Maulana Ishaq Kemantren, Pondok Pesantren Al-Falah Petung Gresik, dan Pondok Pesantren Darul Jannah Al Ma’wa Tunggul.
A. Daliman, (2012), Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, Yogyakarta: Ombak.
Agus Sunyoto, (2011), Wali Songo: Rekonstruksi Sejarah yang Disingkirkan Jakarta: Transpustaka.
Arab hadrami. L.W.C. Van den Berg, (2010), Orang Arab di Nusantara, Jakarta: Komunitas Banbu.
Buku silsilah Keluarga Bani Jabbar Maskumambang Dukun Gresik
Buku silsilah Bani Abdurrahman Musthofa
Endang Turmudi dan Risa Sihbudi, (2005), Islam dan Radikalisme di Indonesia, Jakarta: LIPI Press.
Haidar Putra Daulay, (2001), Historisitas dan Eksistensi Pesantren Sekolah dan Madrasah,, Yogyakarta: Tiara Wacana.
Moh. Kholil, (2013) “Kyai Abdul Karim 1822-1896 M, Desa Tebuwung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik : Telaah Biografi”, Skripsi UIN Sunan Kalijaga. Dokumen tidak diterbitkan
Michael Laffan, (2011), The Makings of Indonesian Islam, Princeton: Princeton University Press.
M. Hanif Muslih, (2006), Peringatan Haul Ditinjau dari Hukum Islam, Semarang: PT. Karya Toha Putra.
Tome Pires, (2014), Suma Oriental terj. Andrian Prakasa dan Anggita Pramesti Yogyakarta: Ombak.
Tim Penulis, (2016) Sejarah Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Yogyakarta: Alumni Pesantren Tarbiyatut Tholabah di Yogyakarta, 2016, hlm, 3. Dokumen tidak diterbitkan.
Tim Penulis, (2009), KH. Moh. Baqir Adelan; Organisatoris, Ulama dan Teknokrat, Surabaya: Terbit Terang.
Soeleiman Fadeli, (2007), Antologi NU: Sejarah-Istilah-Amaliyah-Uswah, Surabaya: Khalista.
Rahmat Dasy Dkk. (1997), Seratus Tahun Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Lamongan: Yayasan Tarbiyatut Tholabah, 1997. Paper tidak diterbitkan.
Rahmat Dasy dkk, (1996), Sejarah Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan Serta Perkembangannya Tahun 1898 s.d 1996, Lamongan: YPP Tarbiyatut Tholabah.
Wawancara dengan ibu Jumasri tanggal 25 Januari 2023
Wawancara dengan KH. Musthofa Abdurrahman tanggal 15 Januari 2023
Wawancara dengan Rahmat Dasy tanggal 20 Februari 2023
W.J.S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: PN Balai Pustaka, 1982.
Wiwit Aji Subekhi, “Sistem Pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang”, Makalah STAIN Purwokerto, 2012. Dokumen tidak diterbitkan.
Zamakhsyari Dhofier, (1984), Tradisi Pesantren, Jakarta: LP3ES.