Analisis Perubahan Sosial Budaya di Masyarakat Pesisir: Faktor-Faktor Modernisasi dan Urbanisasi

Social and cultural changes in the coastal community significantly influenced by factors of modernization and urbanization. This study aims to analyze the mechanisms of social and cultural change, the resulting impacts, and the adaptive efforts of the coastal community in facing these dynamics. The method used is qualitative with a descriptive approach, involving in-depth interviews with community leaders and social change agents, as well as secondary data collection through related literature studies. The findings reveal that modernization brings fundamental changes in livelihoods through job diversification, shifts in social interaction patterns from collectivism to individualism, and the transition of traditional cultural values toward modern values emphasizing materialism and education. Urbanization introduces demographic variations and new cultural values that affect social patterns in the coastal community. On the other hand, access to education and technology is increasing, but pressures on natural resource management and local cultural identity are intensifying due to environmental degradation and the influx of urban culture. This study underscores the importance of a balanced and sustainable approach to managing social and cultural change, alongside the preservation of local culture, to achieve inclusive and harmonious social development in coastal areas

How to Cite
Analisis Perubahan Sosial Budaya di Masyarakat Pesisir: Faktor-Faktor Modernisasi dan Urbanisasi. (2025). PASIR: Jurnal Pusat Studi Islam Pesisir, 1(1), 8-20. https://ejournal.iai-tabah.ac.id/pasir/article/view/4204

Nuzulul Afillah

Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan, Indonesia

Amanda, D., Borando Saragih, I., Romadhoni Azizi, M., & Fatonah. (2025). Perubahan sosial dan budaya di Indo-China: Dampak moderenisasi terhadap masyarakat lokal. Jurnal Integrasi Pengetahuan Disiplin, 6(1), 256–269. Retrieved from https://ijurnal.com/1/index.php/jipd

Burak, S. (2004). Impact of urbanization and tourism on coastal environment. Ocean & Coastal Management, 47(11-12), 691-707. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2004.10.011

Batara, S. (2012). Urbanisasi, modernisasi dan perubahan sosial pada komunitas lokal perkotaan: Kasus Kota Baru Metro Tanjung Bunga, Makassar. Jurnal Tata Loka, 14(1), 13–25.

Caturasa, R. (2016). Perubahan sosial masyarakat pesisir (Studi kasus di Desa Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat). Skripsi, Universitas Negeri Jakarta.

Cresswell, J. W. (2015). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approaches. Sage Publications.

Diyana, D. L. (2022). Transformasi sosial di masyarakat pesisir Desa Sungai Cuka pasca wisata pantai Batu Buaya. Jurnal Huma Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Lambung Mangkurat.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan. (2021). Rencana strategis 2021-2026. Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Devi Muzrotun Naimah, & Carolina Santi Muji Utami. (2025). Between waves and chimneys: The transformation of fishermen profession to industry in Gresik region 1996-2000. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 9(3), 1112–1123. https://doi.org/10.36526/santhet.v9i3.5549

Fahimah, S., & Joeha, A. A. (2023). Tradisi petik laut sebagai pelestarian budaya lokal: Kajian Living Qur’an di Desa Kranji Paciran Lamongan. Qof, 7(1), 117–132. https://doi.org/10.30762/qof.v7i1.1051

Falah, A. Z. A. (2022). Solidaritas sosial pedagang pasar tradisional Kranji melalui tasyakuran pasar (Skripsi). Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Febriandini, S., Ummanah, I., & Zulfa, I. (2023). Adaptasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir Batam dalam menghadapi perubahan sosial ekonomi. Jurnal Kajian Pesisir, 10(1), 45–60.

Husein, A. N., dkk. (2024). Marginalisasi dan mekanisme survival komunitas di kawasan pariwisata Kenjeran Park Surabaya melalui pendekatan purposive sampling. Jurnal MKD.

Kajian Sosial Budaya Masyarakat Pesisir di Kecamatan Watulimo Kab. Trenggalek. (2022).

Kemiskinan Ekstrem Dorong Urbanisasi Pemuda Pesisir. (2024). Republik Merdeka Online.

Kinseng, R. A. (2014). Perubahan sosial budaya masyarakat pesisir Manggar, Balikpapan. Jurnal Sodality. Retrieved from andhttps://journal.ipb.ac.id/index.php/sodality/article/download/34928/27788/

Kinseng, R. A. (2021). Perubahan sosial budaya dan konflik pada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia: Socio-cultural change and conflict in the coastal and small island community in Indonesia. Jurnal Sodality, 9(1), 1–17.

Lolowang, et al. (2023). Pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat lokal. Gudang Jurnal.

Maulana, M. A. (2024). Adaptasi sosial di masyarakat pesisir Karangantu. Jurnal Innovative. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/download/18180/12250

Mustajab, A. R. (2025). Tradisi petik laut di Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan: Perspektif sosiologi Islam. Jurnal Minaret, IAIN Kudus.

MODERNISASI PERIKANAN (REVOLUSI BIRU) DAN KEBIJAKAN LINGKUNGAN. (2022). Jurnal Universitas Pahlawan, 5(1), 100–115.

Perubahan Iklim Jadi Faktor Utama Migrasi Nelayan ke Jakarta. (2024). BRIN News.

Prihatini, N., Elungan, R., & Rifai, M. (2022). Dampak kebijakan perdagangan bebas terhadap urbanisasi di kawasan pesisir Batam. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 5(3), 77–89.

Saleh, N. A. (2018). Perubahan sosial budaya komunitas nelayan pesisir: Dari tradisi ke modern.

Sodality. (2020). Perubahan sosial budaya dan konflik pada masyarakat pesisir. Institut Pertanian Bogor.

Struktur Sosial Masyarakat Nelayan Pesisir. (2023). Jurnal Antigen, 1(2), 13–22.

Untari, D. T. (2023). Metodologi penelitian ekonomi bisnis: Teknik purposive dan snowball sampling. Repository Ubhara Jaya.

Untari, D. T., dkk. (2022). Dampak perubahan iklim terhadap ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 125–140.

Wattimena, et al. (2022). Pemberdayaan nelayan dan dampak urbanisasi di Batam. Jurnal Alulum. Retrieved from https://albaayaninstitute.org/index.php/alulum/article/download/158/120

Wibowo, D., Suwarto, T., Winarno, H., & Permatasari, D. (2025). Pemberdayaan nelayan tradisional di Kota Batam dalam menghadapi industrialisasi dan urbanisasi. Jurnal Alulum, 7(2), 120–135. Diambil dari https://albaayaninstitute.org/index.php/alulum/article/download/158/120

Zaini, A. A. (2018). Potret kehidupan masyarakat nelayan tradisional di Desa Kranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INSUD Lamongan.

Zakariya, S. (2025). Inisiatif pemberdayaan nelayan di tengah tekanan urbanisasi dan industrialisasi Batam. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 3(1), 55–70.