Peran Financial Technology dalam Hukum Islam sebagai Upaya Preventif terhadap Tindak Pemalsuan Uang

The circulation of counterfeit money threatens the stability of the Indonesian economy. This study aims to analyze the role of financial technology in preventing the circulation of counterfeit money at UIN Alauddin Makassar from the perspective of sharia law, through a literature study from various sources. The method used is a qualitative approach with a literature study approach from scientific journals, books, and trusted sources related to financial technology and sharia law. The results of the study show that fintech, through innovations such as digital wallets and peer-to-peer lending, can be an effective preventive strategy in minimizing cash transactions and risks such as the circulation of counterfeit money, but its implementation must be in accordance with sharia principles, such as the prohibition of usury and transparent transactions. Thus, financial technology has great potential to prevent the circulation of counterfeit money and its development needs to be supported by increased digital literacy and collaboration between stakeholders to create a more stable and reliable financial system whose implementation is in accordance with the provisions of sharia law.

How to Cite
Peran Financial Technology dalam Hukum Islam sebagai Upaya Preventif terhadap Tindak Pemalsuan Uang. (2025). Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Hukum Islam, 4(2), 75-88. https://doi.org/10.58518/al-faruq.v4i2.3577

Sifwatir Rif'ah

Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan, Indonesia

Ahmad Rozin

Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan, Indonesia

Adhinegara, Bhima Yudhistira, Nailul Huda, and Izzudin Al Farras. “Peran Fintech Lending Dalam Ekonomi Indonesia.” Indef Monthly Policy Brief Edisi Riset Ekonomi Digital 2, no. 2 (2018): 1–4. http://indef.or.id/wp-content/uploads/2018/03/IMPACT-Volume-1-Issue-2-Maret-2018-E-Commerce-1.pdf.

Ahdiat, Adi. “Indonesia Belum Aman Dari Peredaran Uang Palsu.” Last modified 2024. Accessed November 13, 2024. https://databoks.katadata.co.id/moneter/statistik/cf519044f394459/indonesia-belum-aman-dari-peredaran-uang-palsu.

Angreyani, Andi Dewi, Sugiyarti Fatma Laela, Eggy Armand Ramdani, Eko Sudarmanto, Citra Mulya Sari, Sifwatir Rif’ah, Dewi Suryani, et al. Manajemen Keuangan Syariah: Konsep Dasar, Prinsip Dan Praktek. Edited by Evi Damayanti. 1st ed. Bandung: Widina Media Utama, 2024.

Aswirah, Aryati Arfah, and Syamsu Alam. “Perkembangan Dan Dampak Financial Technology Terhadap Inklusi Keuangan Di Indonesia: Studi Literatur.” Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan 13, no. 2 (2024): 180–186.

Feriyanto, O., Zulfa Qur’anisa, Mira Herawati, Lisvi, and Melinda Helmalia Putri. “Peran Fintech Dalam Meningkatkan Akses Keuangan Di Era Digital.” Gemilang 4, no. 3 (2024): 99–114.

Herispon. “Riba Dan Nilai Waktu Uang Dalam Perspektif Syariah: Review Konsep.” JEBI (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam) 5, no. 1 (2020): 1–23. http://journal.febi.uinib.ac.id/index.php/jebi/article/view/277.

Hidayanto, Fajar, Dan Yessi, and Nurul Afifah. “Edukasi Pengenalan Uang Palsu Dan Cara Membedakannya Dengan Uang Asli.” Inovasi dan Kewirausahaan 4, no. 1 (2015): 12.

Jange, Beno, Irwansyah Pendi, and Eko Meiningsih Susilowati. “Peran Teknologi Finansial (Fintech) Dalam Transformasi Layanan Keuangan Di Indonesia.” Indonesian Research Journal on Education 4, no. 3 (2024): 1199–1205.

Liliana, Ariodillah Hidayat, Dirta Pratama Atiyatna, Muhammad Kahpi, and Syirod Saleh. “Peran Fintech Dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif UKMM.” Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya 19, no. 2 (2021): 91–102.

Nurlaeli, L. “Perkembangan Uang Sebagai Alat Pembayaran Dan Peran Bank Berdasarkan Regulasi Di Indonesia: Tinjauan Pustaka: Development of Money as a Payment ….” ISJBEMS 01, no. 01 (2024): 13–20. https://dohara.or.id/index.php/isjbems/article/view/612%0Ahttps://dohara.or.id/index.php/isjbems/article/download/612/344.

Qatrunnada, and Evi Nur Jannah. “Analisis Peran Financial Technology Dalam Mengembangkan Layanan Keuangan Syariah.” Islamologi 1, no. 1 (2024): 1–11. https://jipkm.com/index.php/islamologi/article/view/52/43.

Rif’ah, Sifwatir. “Fenomena Cashless Society Di Era Milenial Dalam Perspektif Islam.” Al-Musthofa 2, no. 1 (2019): 1–14.

Rivani, Edmira, and Eddo Rio. “Penggunaan Uang Elektronik Pada Masa Pandemi Covid-19: Telaah Pustaka.” Kajian 26, no. 1 (2021): 75–89. https://jurnal.dpr.go.id/index.php/kajian/article/viewFile/3910/1127.

Rizki, Mochamad Januar. “Ada Fintech Syariah, Bagaimana Payung Hukumnya?” Hukumonline.Com. Last modified 2019. Accessed November 13, 2024. https://www.hukumonline.com/berita/a/ada-fintech-syariah--bagaimana-payung-hukumnya-lt5ce64abd0e1bc/.

Romadhon, Fitri, and Alfiana Fitri. “Analisis Peluang Dan Tantangan Penggunaan Financial Technology Sebagai Upaya Optimalisasi Potensi UMKM (Studi Kasus UMKM Di Gresik).” Technobiz 3, no. 1 (2020): 30–44.

Sukanti, Ni Ketut, Putu Gede Denny Herlambang, and Ni Luh Dewi Yanti. “Pengaruh Literasi Keuangan Dan Financial Technology (Fintech) Terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Pelaku UMKM Di Desa Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal.” Sammajiva 2, no. 3 (2024): 98–113. http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/19121.

Sunarto, Shilvy Andini, Citra Puspa Maulidina, and Cholidah Astri Pertiwi. “Kajian Literatur: Social Network Analysis Dampak Dari Perkembangan Financial Technology (Fintech).” Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi 7, no. 2 (2023): 229–245.

Syah, Muhammad Nur Rohman, and Hwihanus. “Peran Fintech Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Di Kecamatan Cerme.” Musytari 9, no. 4 (2024): 1–5.

Zulfiansyah, Alvin Daffa Kumara. “Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Keaslian Uang Kertas Rupiah Menggunakan Sinar UV Dengan Metode Machine Learning.” Jurnal Teknik ITS 12, no. 2 (2023): 166–173.

“Apa Yang Dimaksud Dengan Transaksi Digital?” Last modified 2024. Accessed November 13, 2024. https://blog.bankmega.com/apa-yang-dimaksud-dengan-transaksi-digital-ini-penjelasan-lengkapnya/.

IFSE 2024 : Perkuat Kepercayaan Digital Dan Perlindungan Konsumen Melalui Bulan Fintech Nasional. Jakarta, 2024.