Hierarki Kejelasan Makna dalam Uṣūl al-Fiqh: Reinterpretasi Ẓāhir hingga Mukam dalam Penetapan Hukum Islam

Penulis

  • Muhammad Didit Dermawan Rola Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Amrudin Amrudin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Fatmawati Fatmawati Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Zainal Abidin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58518/al-faruq.v5i2.5340

Kata Kunci:

Uṣūl al-Fiqh, Ẓāhir al-Dalālah, Hierarki Makna, Istinbāṭ al-Ḥukm

Abstrak

Artikel ini membahas hierarki kejelasan makna dalam uṣūl al-fiqh yang terdiri dari ẓāhir, naṣṣ, mufassar dan muḥkam, serta implikasinya dalam istinbāṭ al-ḥukm. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep ẓāhir al-dalālah sebagai tingkatan awal makna yang masih membuka kemungkinan takwil, serta hubungan antar tingkatan dalam menentukan kekuatan dalil. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah literatur uṣūl al-fiqh klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap tingkatan memiliki karakteristik dan kekuatan hukum yang berbeda. Ẓāhir merupakan makna yang dapat dipahami secara langsung namun masih bersifat potensial untuk ditakwil. Naṣṣ lebih kuat karena menjadi tujuan utama redaksi, sedangkan mufassar memberikan kejelasan yang lebih rinci. Adapun muḥkam berada pada tingkat tertinggi karena bersifat pasti dan tidak menerima pentakwilan maupun penghapusan (naskh). Kesimpulannya, hierarki kejelasan makna berfungsi sebagai pedoman metodologis dalam penggalian hukum Islam, khususnya dalam menyelesaikan perbedaan dalil. Sistem ini menjaga konsistensi dan objektivitas pemahaman terhadap nas Al-Qur’an dan Sunnah.

Referensi

Al-Bazdawī, Abū al-Yusr. Uṣūl Al-Bazdawī. Dar al-Kut. Beirut, 2003.

Al-Bukhārī, ‘Abdul ‘Azīz. Kasyf Al-Asrār ’an Uṣūl Al-Bazdawī. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 1997.

Al-Jaṣṣāṣ, Abū Bakr. Al-Fuṣūl Fī Al-Uṣūl. Kuwait: Wizarah al-Awqaf, 1994.

Al-Sarakhṣī, Abī Sahl. Uṣūl Al-Sarakhṣī. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1993.

Al-Syāṭibī, Abū Isḥāq. Al-Muwāfaqāt Fī Uṣūl Al-Syarī’ah. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 2004.

Albi, Mohammad, and Dadang Syaripudin. “Analisis Ushul Fiqh Terhadap Dasar Hukum Mudhārabah Dalam Al-Qur’an Dan Ḥadis.” GERECHTIKEIT: Jurnal Riset Peradaban Hukum 1, no. 2 (2025): 1–12.

Ardiansyah, Yogi, Said Azren Qadraini, and Ali Akbar. “Makna Al-Muhmakamat Dan Al-Mutasyabitah Dalam Perspektif Tafsir Tematik.” Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 4 (2025): 822–32. https://doi.org/10.63822/w6x18g67.

Auda, Jasser. Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT), 2008.

Az-Zuhaylī, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islāmī Wa Adillātuhu. Damaskus: Dar al-Fikr, 2005.

Khallāf, ‘Abdul Wahhāb. ’Ilmu Uṣūl Al-Fiqh. Kairo: Dar al-Qalam, 2003.

Khotimah, Umi Khusnul. Pendekatan Fikih Dan Ushul Fikih: Kajian Sumber-Sumber Hukum Islam Dan Metodologi Ijtihad. Lamongan: Nawa Litera Publishing, 2025.

Manẓūr, Ibn. Lisān Al-’Arab. Beirut: Dar Sadir, 1990.

Mutakin, Ali. “Teori Maqâshid Al Syarî’ah Dan Hubungannya Dengan Metode Istinbath Hukum.” Kanun Jurnal Ilmu Hukum 19, no. 3 (2017).

Ridwan, Muannif. “Ijtihad Pada Era Kontemporer (Konteks Pemikiran Islam Dalam Fiqih Dan Maqashid Al-Syariah).” Masohi 1, no. 2 (2020): 110–21.

Rofiullah, Ahmad Hendra. “Analisis Implementasi Prinsip Syariah Dalam Transaksi Ekonomi Modern.” Lex Economica Journal 2, no. 2 (2024): 127–41. https://doi.org/10.35719/lexcon.v2i2.42.

Sauqi, Muhammad, Laili Nuzulur Rahmah, and Nor Hidayah. “The Concepts of Naṣ, Ẓāhir, and Mu’awwal in Ushul Fiqh and Their Implications for Drawing Legal Conclusions in Islamic Law.” SETYAKI: Jurnal Studi Keagamaan Islam 4, no. 1 (2026): 9–15. https://doi.org/10.59966/setyaki.v4i1.2522.

Sholihah, Hani. “Tafsīr Maqāsidī As an Alternative Method Legal Istinbāṭ.” Al-Afkar, Journal For Islamic Studies 6, no. 3 (2023): 696–712. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v6i3.624.

Syafa’ah, Lailatus, and Moh Munib Zuhdi. “Dinamika Kejelasan Makna Dalam Tafsir Hukum: Kajian Wadih Ad-Dalalah Sebagai Instrumen Ushuliyyah Dalam Interpretasi Ayat-Ayat Hukum Al-Qur’an.” Al-Iklil: Jurnal Dirasah Al Qur’an Dan Tafsir 3, no. 2 (2025): 20–32. https://doi.org/10.28926/al%20iklil.v3i2.2085.

Zahrah, Muhammad Abū. Uṣūl Al-Fiqh. Kairo: Dar al-Fikr al-’Arab, 1958.

Zaydān, ‘Abdul Karīm. Al-Wajīz Fī Uṣūl Al-Fiqh. Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2015.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30

Cara Mengutip

Hierarki Kejelasan Makna dalam Uṣūl al-Fiqh: Reinterpretasi Ẓāhir hingga Muḥkam dalam Penetapan Hukum Islam. (2026). Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Hukum Islam, 5(2), 94-110. https://doi.org/10.58518/al-faruq.v5i2.5340