Redesain Penguatan ‘Asabiyyah Perempuan Dalam Mengatasi Queen Bee Syndrome:Perspektif Al-Qur’an Dan Pemikiran Ibnu Khaldun
DOI:
https://doi.org/10.58518/equality.v4i1.5201Keywords:
Queen Bee Syndrome, ‘asabiyyah Perempuan, Solidaritas Sosial, Nilai Qur'ani, Ibnu KhaldunAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Queen Bee Syndrome dalam perspektif Al-Qur'an dan konsep ‘asabiyyah Ibnu Khaldun serta merumuskan model penguatan solidaritas perempuan sebagai upaya mengatasi degradasi moral dalam relasi sosial perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder, meliputi Al-Qur'an, Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, Fi Zilal al-Qur'an karya Sayyid Qutb, serta berbagai literatur ilmiah yang membahas Queen Bee Syndrome, kepemimpinan perempuan, moralitas, dan solidaritas sosial. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Queen Bee Syndrome tidak hanya merupakan persoalan psikologis individual, tetapi juga mencerminkan melemahnya solidaritas sosial (‘asabiyyah) perempuan akibat struktur sosial yang kompetitif, budaya patriarki, dan internalisasi nilai-nilai dominan. Dalam perspektif Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Hujurat ayat 11, perilaku tersebut bertentangan dengan prinsip penghormatan terhadap martabat manusia, persamaan derajat, dan saling mendukung antarsesama. Sementara itu, teori ‘asabiyyah Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa melemahnya solidaritas sosial akan melahirkan fragmentasi dan konflik dalam suatu kelompok. Penelitian ini menawarkan redesain skema penguatan ‘asabiyyah perempuan melalui internalisasi nilai Qur'ani, pembentukan kesadaran moral, penguatan budaya kolaboratif, serta kepemimpinan inklusif yang meneladani Aisyah binti Abu Bakar. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep sosiologi Ibnu Khaldun dengan nilai-nilai Al-Qur'an dalam merumuskan pendekatan moral dan sosial untuk mengatasi Queen Bee Syndrome. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosial Islam, pemberdayaan perempuan, dan penguatan solidaritas perempuan dalam kehidupan modern.
References
Derks, B., Van Laar, C., & Ellemers, N. (2016). TheQueen Bee phenomenon: Why women leaders distance themselves from junior women. The Leadership Quarterly,27(3),456–469. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2015.12.00
Marjuan, M., Nur, M., & Sugiyono. (2025). Asabiyyah dan umran: Fondasi sosiologi Islam dalam pemikiran Ibnu Khaldun. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 1542–1553.https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA
Masruchiyah, N., & Laratmase, A. J. (2023). Pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan di era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 12(2), 125–138. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jgg
Mukhtar, S., Shidiq, F., Kusuma, H., & Rafli, M. Z. (2025). Peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan pendidikan karakter anak. Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(1), 112–124. https://ejournal.iaitabah.ac.id/index.php/ar-ruhul-ilmi
Qomariyah, E. (2017). Nilai-nilai karakter yang dapat ditiru dari wanita-wanita yang dekat dengan Nabi Muhammad Saw (Khadijah RA, Aisyah RA, Fatimah RA) (Disertasi, UIN Raden Intan Lampung). http://repository.radenintan.ac.id
Shofwan, I., & Munib, A. (2023). Pendidikan karakter sosial Qur’ani: Studi tafsir Surat Al-Hujurat ayat 11–13. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman,13(1), 80–95. https://doi.org/10.33367/intelektual.v13i1.3584
Sobczak, A. (2018). TheQueen Bee Syndrome: The paradox of women discrimination on the labour market. Journal of Gender and Power, 9(1), 54–65. https://doi.org/10.14746/jgp.2018.9.005
Staines, G. L., Jayaratne, T. E., & Tavris, C. (1974). TheQueen Bee Syndrome. Psychology Today, 7(8), 55–60. https://www.proquest.com
Triana, M. (2025). Managing diversity in organizations: A global perspective on equality, diversity, and inclusion (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003489730
Wantu, H. M. (2020). Pendidikan karakter untuk membentuk moralitas anak bangsa.Jurnal Irfani, 16(1), 1–8. https://ejurnal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ir
Yusainy, C., Adila, I., Rachmayani, D., Hikmiah, Z., & Wicaksono, W. (2023). Sabda Pandita Ratu:Queen Bee dan ostrasisme dari perspektif pekerja perempuan. Buletin Psikologi, 31(1), 80–93. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.77070
Zahara, Z. (2017). Pendidikan karakter Aisyah RA dalam buku Sirah Aisyah Ummul Mukminin RA karya Sulaiman An-Nadawi (Disertasi, UIN Raden Intan Lampung). http://repository.radenintan.ac.id
Zaidi Salim, N., dkk. (2022). Rekonstruksi pendidikan karakter di era globalisasi: Studi analisis konsep pemikiran Ibnu Miskawaih. Jurnal Al-Thariqah: Pendidikan Agama Islam, 7(1), 37–51. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2022.vol7(1).8280 arterly, 27(3), 456–469. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2015.12.007
Ellemers, N. (2014). Women at work: How organizational features impact career development. Policy Insights from the Behavioral and Brain Sciences, 1(1), 47–56. https://doi.org/10.1177/2372732214549327
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2025). Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA): Data kekerasan perempuan dan anak di Indonesia tahun 2025. https://kekerasan.kemenpppa.go.id
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Laporan kesehatan reproduksi remaja Indonesia. https://www.bkkbn.go.id
Khoiruddin. (2016). Analisis teori ashabiyah Ibn Khaldun sebagai model pemberdayaan ekonomi umat. ASAS, 8(1). https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/asas
Lubis, Y. M. (2024). Ujaran kebencian di era digital (Perspektif etika komunikasi Al-Qur'an dan solusinya). Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 6(1), 1–17. https://ejournal.stidkiaracendekia.ac.id/index.php/busyro
Lutfi, N. (2021). Pemikiran Ibnu Khaldun tentang perubahan (Disertasi, UIN Raden Intan Lampung). http://repository.radenintan.ac.id
Karomah, W., & Hidayati, T. W. (2025). Menafsir Ulang Relasi Gender Dalam Qs. An-Nisa’ (4):34 Aplikasi Pendekatan Hermeneutika Kritik Muhammad Arkoun. EQUALITY: Journal of Gender, Child, and Humanity Studies, 3(1), 66–85. https://doi.org/10.58518/equality.v3i1.3879
Yusainy, C., Adila, I., Rachmayani, D., Hikmiah, Z., & Wicaksono, W. (2023). Sabda Pandita Ratu:Queen Bee dan ostrasisme dari perspektif perempuan pekerja.Buletin Psikologi, 31(1), 80–93. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.77070
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EQUALITY: Journal of Gender, Child, and Humanity Studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

