Dakwah Digital di Tiktok: Analisis Self-Regulatio dan Pesan Mindfulness dalam Mewjudkan Ketenagan Diri

This study analyzes the communication strategies of Islamic preaching on TikTok in responding to the challenges of digital anxiety among the younger generation. The main focus of the study is the exploration of the casual (chill) style of preaching and self-regulation techniques as an effort to create calm in the audience. It uses qualitative methods with a content analysis design on 80 popular Islamic preaching videos (2023–2025) and in-depth interviews with 10 informants (aged 18–30). Theoretically, this study integrates Maslow's Hierarchy of Needs Theory, specifically the levels of safety and self-actualization needs as a framework for interpreting the effects of content. The results show that the chill style, through an empathetic approach and friendly visuals, combined with self-regulation instructions (reflective pauses and breathing techniques), is proven effective in reducing momentary anxiety scores and increasing audience relaxation. The success of this strategy is indicated by an increase in the audience's ability to manage negative emotions after consuming the content. The limitations of this study lie in the duration of the calming effect, which is temporary and highly dependent on user personalization algorithms. This study recommends the integration of health literacy

How to Cite
Hikmah, N., & Qudratullah. (2025). Dakwah Digital di Tiktok: Analisis Self-Regulatio dan Pesan Mindfulness dalam Mewjudkan Ketenagan Diri. Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 9(2), 335-352. https://doi.org/10.58518/alamtara.v9i2.4395

Nur Hikmah

Institut Agama Islam Negeri Bone

Qudratullah

Institut Agama Islam Negeri Bone

Basri, H. (2025). Dakwah era digital: Ajakan Al-Qur’an untuk antisipasi pengaruh negatif media sosial TikTok. Sadida: Islamic Communications and Media Studies, 5(1).

Basri, H., Rokim, S., & Zakaria, A. (2025). Konsep dakwah media sosial dalam Al-Qur’an (Studi tafsir Surat An-Nahl:125). Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah, 3(1).

Cahya Rahmawati, A., Keperawatan, I., & Kesehatan dan Teknologi, F. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Pokak. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan, 11(2), 71–76.

Faradisi, M. A., Arisanti, K., & Yunus, M. (2024). Strategi dakwah Islamiyah di tengah problematika umat dalam media TikTok. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 4(1).

Firdauza, I. A. (2021). Regulasi emosi dan kesejahteraan remaja. Jurnal Penelitian Psikologi, 12(1).

Ibad, M. N. (2024). Strategi literasi dakwah digital di era media sosial TikTok: Tantangan dan peluang. Al-Qudwah: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(2).

Ika, U., Az-Zahra, J., Razzaq, A., & Nugraha, M. Y. (2025). Menyebarkan nilai Islam di kalangan Gen-Z: Studi kasus komunikasi dakwah digital pada akun TikTok Kadam Sidik. NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(3).

Jannah, D. F. (2024). Self-control dan emotion regulation sebagai prediktor decision making trader. Jurnal Psikologi Karakter, 4(1).

Miftakhul, J., & DKK. (2024). Eksplorasi regulasi emosi pada generasi Z di Mojokerto. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1).

Nasution, D. R. N. (2022). Penggunaan skala kontrol diri dan self-regulated learning di media sosial. ACOPEN Journal.

Nikma, N. I., & Rozak, A. (2023). Teori Humanistik dan Aplikasinya dalam Pembelajaran di Sekolah. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Ilmu Pendidikan.

Nurwahidah, N. (2021). Hubungan antara strategi regulasi emosi dan perilaku sosial. Jurnal Psikologi Esa Unggul.

Prasetyo, I., & Purnamasari, A. (2021). Regulasi emosi dan kelelahan emosional ibu pekerja. Psychology of Mental Health, 3(1).

Putra, R. A., Adde, E., & Fitri, M. (2024). Media dakwah TikTok untuk generasi Z. Ath-Thariq: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 7(1).

Putri, N. A., & Asbari, M. (2023). Relevansi Teori Aktualisasi Diri Maslow dalam Pengembangan Diri Berbasis Nilai Spiritual. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(2).

Rahmawati, R. (2024). Regulasi diri sebagai mediator antara mindfulness dan prokrastinasi akademik.

Rusyda, S., Maharani, D., Novarina, F., Fadlyla, R., & Kusumatuti, E. (2023). Pengaruh dakwah digital terhadap etika komunikasi netizen dalam dunia maya: Media TikTok. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(1).

Salsabila, M. I. (2024). Pengaruh self-regulation terhadap prestasi akademik.

Setiawan, B. (2022). Pengembangan self-regulation scale mahasiswa. Prophetic: Jurnal Pendidikan Dan Psikologi Islam.

Siregar, R. A., & Muktarruddin, M. (2025). Efektivitas komunikasi dakwah digital melalui media TikTok dalam meningkatkan pengamalan agama masyarakat Muslim di Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli. Jurnal Khabar: Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 7(1), 383–396.

Umar, F., et al. (2023). The Role of Spiritual Mindfulness Therapy in Increasing Self-Acceptance Among Adolescent. Jurnal Pendidikan Indonesia.

Vismaya, A., Gopi, A., Romate, J., & Rajkumar, E. (2024). Psychological interventions to promote self-forgiveness: A systematic review. BMC Psychology, 12.

Wardah, S. et al. (2024). Does attachment to God matter? Role of spiritual attachment in mental health through self-forgiveness: lessons from Turkish college sample. Frontiers in Psychology.

Widjanarko, M. (2023). Hubungan Sikap Religius dengan Rasa Bersalah pada Remaja Akhir yang Beragama Islam. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 2(3).

Yosephin, M., & Suci, E. S. T. (2022). Proses Penerimaan Diri pada Individu yang Mengalami Survivor’s Guilt Akibat Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Psikologi MANASA, 11(2).