Trust dan Akuntabilitas dalam Kepemimpinan Bencana: Analisis Perbandingan Perspektif Al-Qur'an dan Administrasi Publik atas Pengunduran Diri Kepala Daerah di Aceh
DOI:
https://doi.org/10.58518/alfurqan.v9i1.4803Kata Kunci:
Kepemimpinan Qur'ani, Amanah, Akuntabilitas Administrasi, Kepemimpinan Kebencanaan, AcehAbstrak
Pengunduran diri dan pernyataan ketidakmampuan beberapa kepala daerah dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor di Aceh memunculkan perdebatan luas mengenai tanggung jawab etis pemimpin publik dalam situasi krisis. Selama ini, kajian administrasi publik umumnya menilai fenomena tersebut melalui perspektif akuntabilitas prosedural dan kinerja kelembagaan, sementara konsep akuntabilitas kepemimpinan dalam Al-Qur'an sebagai tanggung jawab moral dan spiritual masih relatif jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep amanah dan akuntabilitas kepemimpinan dalam Al-Qur'an serta membandingkannya dengan konsep akuntabilitas administrasi modern dalam memahami fenomena pengunduran diri kepala daerah pada saat penanggulangan bencana di Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode tafsir maudhu'i yang dipadukan dengan analisis komparatif terhadap literatur administrasi publik, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta berbagai penelitian mengenai kepemimpinan dan tata kelola kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas Qur'ani melampaui kewajiban prosedural dan kelembagaan karena mencakup integritas moral, kehadiran aktif pemimpin, keadilan, serta pertanggungjawaban transendental di hadapan Allah. Sebaliknya, akuntabilitas administrasi lebih menitikberatkan pada kepatuhan hukum, kinerja organisasi, dan tanggung jawab politik. Analisis komparatif memperlihatkan bahwa pengunduran diri atau ketidakhadiran kepala daerah dalam situasi bencana tidak hanya mencerminkan kegagalan administratif, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap prinsip amanah dan kepemimpinan moral dalam Al-Qur'an. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis melalui pengembangan kerangka integratif antara akuntabilitas Qur'ani dan akuntabilitas administrasi sebagai landasan etis bagi penguatan kepemimpinan publik yang bertanggung jawab dalam masyarakat Muslim.
Referensi
Abu Bakar, B., Zamziba, M. N. F., Rashid, R. F. A., Mohd Fadzil, M. S., Ramlan, M. A. B., & Norhairudin Anis, N. A. S. (2024). Leadership and accountability values in the perspectives of Al-Quran Al-Karim: Nilai kepimpinan dan akauntabiliti dalam perspektif Al-Quran Al-Karim. JURNAL YADIM: International Journal of Islam and Contemporary Affairs, 4(1), 33–51. https://doi.org/10.61465/jurnalyadim.v4.157
Aji, M. S. K., Purwanti, U. E., & Khamim. (2024). Amanah sebagai batas tanggung jawab pemimpin: Analisis penerapan isi hadis tentang batasan kewenangan pemimpin. Verfassung: Jurnal Hukum Tata Negara, 3(1), 71–86. https://doi.org/10.30762/vjhtn.v3i1.415
Al-Maraghi, A. M. (1946). Tafsir al-Maraghi (Vol. 22). Mustafa al-Babi al-Halabi.
Al-Qurthubi. (2009). Al-Jāmi‘ li aḥkām al-Qur’ān (Tafsir Al-Qurthubi) (Vol. 14, pp. 156–157). Muassasah al-Risalah.
Arikewuyo, N. A. (2023). Literalism versus rationalism in the house of Islam: A case study of Islamic law of succession. International Journal of Fiqh and Usul al-Fiqh Studies, 7(1), 57–67. https://doi.org/10.31436/ijfus.v7i1.286
Ashraf-Khan, M. V., & Hossain, M. S. (2021). Governance: Exploring the Islamic approach and its relevance for the modern context. International Journal of Islamic Khazanah, 11(1), 29–40. https://doi.org/10.15575/ijik.v11i1.10433
Aspinall, E. (2009). Islam and nation: Separatist rebellion in Aceh, Indonesia. Stanford University Press. https://doi.org/10.1515/9780804776271
Auda, J. (2008). Maqāṣid al-sharī‘ah as philosophy of Islamic law: A systems approach. The International Institute of Islamic Thought.
Az-Zamakhshari, M. ibn ‘U. (1987). Al-Kashshāf ‘an ḥaqā’iq ghawāmiḍ al-tanzīl wa ‘uyūn al-aqāwīl fī wujūh al-ta’wīl (Vol. 3, p. 536). Dār al-Kitāb al-‘Arabī.
Batchelor, D. A.-F. (2014). Integrating Islamic principles and values into the fabric of governance. Islam and Civilisational Renewal, 5(3), 351–374. https://doi.org/10.52282/icr.v5i3.387
Boin, A., 't Hart, P., Stern, E., & Sundelius, B. (2005). The politics of crisis management: Public leadership under pressure. Cambridge University Press.
Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
CNN Indonesia. (2025, December 6). Fakta-fakta bupati Aceh Selatan pergi umrah saat banjir dan longsor. http://www.cnnindonesia.com/nasional/20251206071503-20-1303464/fakta-fakta-bupati-aceh-selatan-pergi-umrah-saat-banjir-dan-longsor
Dwinanda, R. R., Utama, A. A. G. S., & Fauziyan, A. (2025). Ethics and leadership in crisis management: A systematic literature review. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 10(1), 52–64. https://doi.org/10.38043/jimb.v10i1.6034
Feener, R. M. (2013). Sharia and social engineering: The implementation of Islamic law in contemporary Aceh, Indonesia. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780199678846.001.0001
Firdaus, A. N., & Riyadi, A. K. (2025). The legitimacy of rational interpretation between Ibn Taymiyyah and Ibn Rushd. Al-Kawakib, 6(1), 129–152. https://doi.org/10.24036/kwkib.v6i1.298
Hasan, A. H. (2006). Tafsir al-ahkam. Kencana.
Herijanto, H. (2022). Al amanah in al Qur’an vs trust: A comparative study. International Journal of Ethics and Systems, 38(4), 549–575. https://doi.org/10.1108/IJOES-03-2021-0064
Husaini, A. (2010). Pendidikan Islam: Membentuk manusia berkarakter dan beradab. Cakrawala Publishing.
Ibn Kathir. (1999). Tafsīr al-Qur’ān al-‘aẓīm (Vol. 2, S. bin M. Salamah, Ed.). Dār Ṭayyibah.
Inayati, R., & Mullah, M. I. (2022). Penanggulangan bencana banjir di Aceh: Psikologis dan strategi efektif. GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 1(2), 97–102. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v1i2.17472
Irawan, R., Prasetiawati, E., & Amin, M. N. (2025). Ayat-ayat kepemimpinan dalam Tafsīr Al-Munīr: Perspektif tafsir maqāṣidī. Journal of Islamic Scriptures in Non-Arabic Societies. Advance online publication. https://doi.org/10.51214/jisnas.v2i1.1083
Khan, D. T. (2017). Mu'tazilaism: An introduction to rationality in Islam. International Journal of Engineering and Applied Sciences (IJEAS), 4(10), 60–62
Kumar, S. (2023). Accountability in disaster governance. In A. Singh (Ed.), International handbook of disaster research (pp. 25–37). Springer Nature Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-19-8388-7_2
Kutsevych, A. (2022). Legal mechanism for the dismissal of public officials on grounds beyond a public official’s control. Entrepreneurship, Economy and Law, 6, 41–48. https://doi.org/10.32849/2663-5313/2022.6.06
Mareta, F. C., & Firdaus. (2024). Mekanisme akuntabilitas pelayanan publik. Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan, 6(2), 231–240. https://doi.org/10.48093/jiask.v6i2.210
Marshanda, S., Zikri, S. N., Pardede, C. S. C., Narendra, D., Hanoselina, Y., & Helmi, R. F. (2024). Analisis peranan etika dalam penerapan akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Politik, 2(2), 396–401. https://doi.org/10.62379/jiksp.v2i2.1941
Masorong, A. N. P. (2025). Islamic ethical principles and accountability in governance. Advanced International Journal of Banking, Accounting and Finance, 7(21), 21–34. https://doi.org/10.35631/AIJBAF.721002
Moten, A. R. (2017). Al-Siyasah al-Shar’iyah: Good governance in Islam. In A. R. Moten (Ed.), Qur’anic guidance for good governance (pp. 55–81). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-319-57873-6_4
Nasution, H., Ahmed, S., Al-Hawary, S. I. S., Pallathadka, H., Al-Salami, A. A. A., & Van, L. (2023). Values, accountability and trust among Muslim staff in Islamic organisations. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 79(1), a8272. https://doi.org/10.4102/hts.v79i1.8272
Nugraha, S. A., Febriyanti, D., & Kencana, N. (2020). Evaluasi penanggulangan bencana kebakaran di Kota Palembang (Studi kasus pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016–2018). Jurnal Pemerintahan dan Politik, 5(2), 63–68. https://doi.org/10.36982/jpg.v5i2.1033
Olifiansyah, M., Hidayat, W., Dzulfiqar, M., & Diaying, B. P. (2020). Kepemimpinan dalam perspektif Islam. AT-TAJDID: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 4(1), 102–112. http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01.1205
Owen, C., & Parsons, D. (2026). Leadership and organizational crises. In Leadership and organizational crises (pp. 117–123). https://doi.org/10.1201/9781003566007-16
Paarlberg, L., & Perry, J. (2007). Values management: Aligning employee values and organization goals. American Review of Public Administration, 37(4), 387–408. https://doi.org/10.1177/0275074006297238
Reid, W., & Dold, C. (2018). Burns, Senge, and the study of leadership. Open Journal of Leadership, 7(1), 89–116. https://doi.org/10.4236/ojl.2018.71006
Reza, M. M. H. (2025). Leadership qualities of the Islamic state leaders mixed with Qur’an, Hadith, and contemporary perspectives. Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur’an and Hadith Studies, 3(1), 30–44. https://doi.org/10.61166/bunyan.v3i1.46
Riggio, R. E., & Newstead, T. (2023). Crisis leadership. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior, 10, 201–224. https://doi.org/10.1146/annurev-orgpsych-120920-044838
Rochim, A. N., & Muttaqien, M. I. (2025). Keadilan, amanah, dan musyawarah: Integrasi nilai kepemimpinan Islam dalam manajemen pendidikan modern. Jurnal Visi Manajemen, 11(2), 01–12. https://doi.org/10.56910/jvm.v11i2.513
Romzek, B. S., & Dubnick, M. J. (1987). Accountability in the public sector: Lessons from the Challenger tragedy. Public Administration Review, 47(3), 227–238. https://doi.org/10.2307/975901
Salim, A., & Azra, A. (Eds.). (2003). Sharia and politics in modern Indonesia. Institute of Southeast Asian Studies.
Salleh, N., & Mahmood, A. R. (2025). Sufism in the discourse of Islamic science: An analysis on the issue of definition and categorization. International Journal of Research and Innovation in Social Science (IJRISS), 9(9), 3529–3536. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2025.909000294
Salomo, R. V., & Rahmayanti, K. P. (2023). Progress and institutional challenges on local governments performance accountability system reform in Indonesia. SAGE Open, 13(4), 1–14. https://doi.org/10.1177/21582440231196659
Sani, A., Rasyid, M. N., & Al-Qardhawy, M. Y. (2024). Eksistensi Mejelis Permusyawaratan Ulama dan Lembaga Wali Nanggroe dalam sosiokultural dan hukum di Aceh. Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 2(3), 315–328. https://doi.org/10.61579/future.v2i3.182
Saskia, A., Setiawan, A. B., & Anwar, S. (2025). Pengaruh transparansi, akuntabilitas dan kompetensi aparatur terhadap good governance pada dana kelurahan di tingkat kecamatan. Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang, 5(1), 117–130. https://doi.org/10.31933/sj5gap68
Satia, R. (2024). Restoring public trust through ethical leadership and accountability frameworks in governance. Politeia: Journal of Public Administration and Political Science and International Relations, 2(3), 198–211. https://doi.org/10.61978/politeia.v2i3.963
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati.
Shofiyah, N., Sumedi, Hidayat, T., & Istianah. (2023). Tujuan penciptaan manusia dalam kajian Al-Quran. ZAD Al-Mufassirin, 5(1), 1–17. https://doi.org/10.55759/zam.v5i1.54
Sidqy, M., & Taqwa, H. (2024). Tafsir tahlili Q.S An-Nisa ayat 58–63; dasar-dasar pemerintahan. At-Tadris: Journal of Islamic Education, 3(2), 154–169. https://doi.org/10.56672/attadris.v3i2.161
Suara Merdeka Jakarta. (2025, December 5–7). Gubernur Aceh sebut bupati yang dicap cengeng karena tak sanggup atasi banjir: Jangan lemah. http://jakarta.suaramerdeka.com/nasional/13416379368/besarnya-bencana-di-aceh-bikin-3-bupati-angkat-tangan-pintu-kini-terbuka-bagi-kepala-daerah-yang-ingin-undur-diri?page=2
Underhill, J. (2008). The politics of crisis management: Public leadership under pressure—Arjen Boin, Paul ‘t Hart, Eric Stern, and Bengt Sundelius; Lessons on leadership by terror: Finding Shaka Zulu in the attic—Manfred F. R. Kets de Vries. Political Psychology, 29, 139–143. https://doi.org/10.1111/j.1467-9221.2007.00619.x
United Nations Development Programme. (1997). Governance for sustainable human development: A UNDP policy document. United Nations Development Programme.
Wahidillah, N., Apriyani, S. R., Meilani, V. R., & Ashari, Z. M. (2025). Pelayanan publik dalam perspektif Islam: Landasan, prinsip, dan implementasi di era kontemporer. Kajian Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi, 2(3), 1–16. https://doi.org/10.62383/kajian.v2i3.488
Ye, Y., Lin, Y., Zhang, X., Liu, Y., & Han, Z. (2024). Public servants’ accountability pressure when facing the pandemic: The moderating role of accountability awareness. SAGE Open, 14(4). https://doi.org/10.1177/21582440241297601
Yulizar. (2025, June 11). Gubernur Aceh: Bupati cengeng tangani bencana banjir, lebih baik mundur. ANTARA Aceh. https://aceh.antaranews.com/berita/397318/gubernur-aceh-bupati-cengeng-tangani-bencana-banjir-lebih-baik-mundur?page=all
Zahra, I. A., Marno, & Wibawa, B. (2022). Kewajiban pemimpin dan rakyat dalam perspektif Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 58–59. IES (Journal of Islamic Education Studies), 1(1), 9–18. https://doi.org/10.58569/jies.v1i1.43
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

