Hybridisasi Dakwah Pesisir Berbasis Digital-Kultural dalam Penguatan Moderasi Beragama di Kecamatan Bancar Tuban
DOI:
https://doi.org/10.58518/alamtara.v10i1.4713Kata Kunci:
Hybridisasi Dakwah, Digital-Kultural, Moderasi Beragama, Masyarakat PesisirAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dakwah di masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Bancar, Tuban, yang menghadapi disrupsi digital, pergeseran pola komunikasi keagamaan, serta meningkatnya potensi polarisasi pemahaman keagamaan di ruang siber. Problematika komunikasi dakwah muncul ketika pendekatan dakwah tradisional kurang adaptif terhadap perkembangan media digital, sementara konten keagamaan digital seringkali terlepas dari konteks kearifan lokal masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model hybridisasi dakwah pesisir berbasis digital-kultural dalam penguatan moderasi beragama pada masyarakat maritim di Kecamatan Bancar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tokoh agama, pengelola majelis taklim, tokoh adat, serta komunitas pesisir, dan dokumentasi aktivitas dakwah digital di wilayah Bancar. Data diperoleh dari 10 informan yang terdiri atas 3 dai lokal, 1 takmir masjid, 1 tokoh adat, dan 5 jamaah aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hybridisasi dakwah pesisir diwujudkan melalui integrasi media sosial, konten visual-edukatif, serta platform digital dengan narasi berbasis tradisi lokal, budaya maritim, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai bagian dari pendekatan digital-kultural. Model yang dihasilkan mencakup tiga komponen utama, yaitu digitalisasi adaptif, reinterpretasi kultural, dan internalisasi moderasi. Pendekatan ini mampu memperkuat komunikasi dakwah yang inklusif, dialogis, dan kontekstual, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan sikap toleransi, anti-kekerasan, serta komitmen kebangsaan masyarakat pesisir di Kecamatan Bancar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hybridisasi dakwah berbasis integrasi digital dan kearifan lokal memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekosistem dakwah moderat berbasis komunitas pesisir. Kontribusi penelitian ini terletak pada perumusan model konseptual hybridisasi dakwah pesisir sebagai pendekatan inovatif dalam penguatan moderasi beragama di wilayah maritim, khususnya di Kecamatan Bancar, Tuban
Referensi
Aziz, M. A. 2017. Ilmu dakwah. Kencana.
Campbell, H. A. 2013. Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.
Creswell, J. W. 2014. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Denzin, N. K. 1978. The research act: A theoretical introduction to sociological methods (2nd ed.). McGraw-Hill.
Geertz, C. 1960. The religion of Java. University of Chicago Press.
Hefner, R. W. 2011. Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.
Hefni, H. 2020. Dakwah digital dan transformasi otoritas keagamaan di era media baru. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1), 1–15.
Hilmy, M. 2013. Whither Indonesia’s Islamic moderatism? A reexamination on the moderate vision of Muhammadiyah and NU. Journal of Indonesian Islam, 7(1), 24–48.
Jenkins, H. 2006. Convergence culture: Where old and new media collide. NYU Press.
Kementerian Agama Republik Indonesia. 2019. Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Lim, M. 2017. Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427.
Lim, M. 2018. Disinformation and the rise of radicalism in Indonesia. Journal of Contemporary Asia, 48(3), 290–306. https://doi.org/10.1080/00472336.2018.1464340
Miles, M. B. … Saldaña, J. 2014. Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. 2018. Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Munir, M., dan Ilaihi, W. 2006. Manajemen dakwah. Kencana.
Nasrullah, R. 2015. Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Narwan,. 2026, Januari 12. Wawancara dengan Remas desa Jenu tuban.
Ricklefs, M. C. 2008. A history of modern Indonesia since c. 1200 (4th ed.). Stanford University Press.
Shihab, M. Q. 2019. Wasathiyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Lentera Hati.
Sudarman, M. 2025, Desember 25. Wawancara dengan Kepala desa Palang tuban.
Sugiyono. 2019. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sujadi,. 2025, Desember 25. Wawancara dengan Tokoh Adat Bancar tuban.
Wahid, A. 2001. Pergulatan negara, agama, dan kebudayaan. Desantara.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 ALAMTARA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
