Makna Dakwah Simbolik dalam Ritual Ziarah di Makam Sunan Gunung Jati : Studi Fenomenologi Peziarah
DOI:
https://doi.org/10.58518/alamtara.v10i1.4827Kata Kunci:
Dakwah Simbolik, Dakwah Kultural, Ziarah, Fenomenologi, Komunikasi Dakwah, Sunan Gunung JatiAbstrak
Penelitian ini membahas praktik dakwah simbolik dalam ritual ziarah di Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, dengan fokus pada proses pemaknaan simbol oleh para peziarah. Penelitian bertujuan menganalisis simbol-simbol ritual ziarah sebagai media komunikasi dakwah kultural dalam perspektif fenomenologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data diperoleh dari lima informan yang terdiri atas peziarah lokal, peziarah luar daerah, juru kunci, pedagang, dan pengelola makam selama periode Januari–Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol seperti tahlil, doa bersama, tata tertib makam, sikap khusyuk, dan peran juru kunci dimaknai sebagai media internalisasi nilai Islam secara nonverbal dan partisipatif. Interaksi sosial antar peziarah juga membentuk proses pemaknaan religius yang berbeda-beda sesuai pengalaman dan latar belakang sosial masing-masing. Penelitian ini menemukan bahwa praktik ziarah tidak hanya dipahami sebagai ritual spiritual, tetapi juga sebagai ruang komunikasi dakwah simbolik yang hidup dalam budaya masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembacaan ziarah sebagai proses komunikasi dakwah simbolik berbasis pengalaman sosial dan budaya lokal, bukan semata tradisi keagamaan. Dengan demikian, budaya memiliki potensi sebagai medium dakwah yang kontekstual dan partisipatif dalam masyarakat Muslim Indonesia.
Referensi
Al-Ayyubi, M. Z. (2020). Praktik Ziarah Kubur dan Perannya terhadap Hafalan Al-Quran di Makam KH. M. Munawwir Dongkelan, Panggungharjo, Bantul. MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 5(1), 1–16.
Azra, A. (2013). Islamisasi Jawa. Studi Islamika Indonesian Journal For Islamic Studies, 20(1), 169–177.
Estuningtiyas, R. D. (2023). Komunikasi Dakwah Walisongo Sebagai Strategi Dakwah Di Nusantara. The International Journal of Pegon: Islam Nusantara civilization, 11(3), 75–110.
Farid, M. M. (2022). Perjuangan Sunan Gunung Djati Dalam Penyebaran Islam Di Jawa Barat. Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam, 7(2), 134–149.
Hidayat, A. T., Rosadi, A., & Antony, I. (2022). Simbol Budaya dan Agama dalam Tradisi Ziarah Kubur Syekh Burhanuddin. Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, 18(1), 109–128.
Ismail, A. (2013). Ziarah ke Makam Wali: Fenomena Tradisional di Zaman Modern. Al-Qalam, 19(2), 149–164.
Latif, M., & Usman, M. I. (2021). Fenomena Ziarah Makam Wali dalam Masyarakat Mandar. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 263, 19(2), 247.
Nasir, A., Nurjana, Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif. INNOVATIVE : Journal of Social Science Research, 3(5), 4445–4451.
Rohmawati, A., & Ismail, H. (2017). Ziarah Makam Walisongo dalam Peningkatan Spiritualitas Manusia Modern. Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya, 2(2), 612–627.
Rubaidi, R. (2019). Java Islam: Relationship of Javanese Culture and Islamic Mystism in The Post-Colonial Study Perspective. El-Harakah Jurnal Budaya Islam, 21(1), 19–36.
Salamah, S. N. (2022). Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar Wisata Religi Makam Sunan Gunung Jati. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Administrasi Negara, 6(2), 299–314.
Solimin, S., Carles, E., Kholifah, N., & Dwiyanti, N. (2025). Kajian semiotika dalam komunikasi Islam (analisis simbol, makna, dan interpretasi dalam penyebaran pesan dakwah). Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7(1), 223–233.
Tanggok, I., Sulistiono, B., & Alfarauq, F. A. (2024). Makna Dupa dalam Tradisi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat. Purbawidya, 13(2), 200–210.
Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif dalam Perspektif Bimbingan Konseling. Quanta, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v2i1p21-30.642
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 ALAMTARA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
