Artificial Intelligence (AI) Policy

Kebijakan Kecerdasan Buatan (AI)

Madinah: Jurnal Studi Islam mengakui bahwa alat Kecerdasan Buatan (AI) seperti ChatGPT, Grammarly, DeepL, Copilot, dan teknologi serupa dapat membantu penulisan akademik dan proses editorial. Jurnal ini mendukung penggunaan AI yang etis, bertanggung jawab, dan transparan sambil tetap menjaga integritas akademik dan tanggung jawab manusia dalam penerbitan ilmiah.

 

Penggunaan AI oleh Penulis

Penulis dapat menggunakan alat AI untuk tujuan terbatas seperti peningkatan bahasa, pengecekan tata bahasa, bantuan penerjemahan, pencarian literatur, atau pengorganisasian manuskrip, namun:

1.     Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas orisinalitas, keakuratan, validitas, dan integritas manuskrip mereka.

2.     Alat AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis atau penulis bersama.

3.     Penulis harus memverifikasi semua konten yang dihasilkan atau dibantu oleh alat AI.

4.     Penggunaan AI untuk menghasilkan data palsu, kutipan palsu, hasil yang dipalsukan, atau konten yang menyesatkan dilarang keras.

 

Jika alat AI digunakan secara substansial dalam penyusunan manuskrip, penulis harus mengungkapkan penggunaan ini dalam manuskrip, sebaiknya di bagian Ucapan Terima Kasih atau dalam “Pernyataan Penggunaan AI” terpisah.

Contoh:

“Para penulis menggunakan ChatGPT untuk membantu dalam peningkatan bahasa dan pengorganisasian manuskrip. Semua interpretasi, kesimpulan, dan konten akhir tetap menjadi tanggung jawab penulis.”

 

Penggunaan AI oleh Peninjau

Peninjau harus menjaga kerahasiaan semua manuskrip yang dikirimkan. Manuskrip yang sedang ditinjau tidak boleh diunggah ke alat AI publik atau platform AI eksternal.

Peninjau juga dilarang menggunakan alat AI untuk menghasilkan laporan peninjauan sejawat atau rekomendasi editorial. Peninjauan sejawat harus tetap berdasarkan penilaian dan keahlian akademis peninjau sendiri.

 

Penggunaan AI oleh Editor

Editor dapat menggunakan alat bantu AI untuk tujuan administratif terbatas, seperti deteksi plagiarisme, pengecekan bahasa, atau identifikasi peninjau. Namun, keputusan editorial mengenai penerimaan, revisi, atau penolakan harus selalu dibuat sepenuhnya oleh editor manusia.

Editor tidak boleh mengunggah manuskrip rahasia ke sistem AI publik tanpa pengamanan yang sesuai.

 

Pelanggaran Kebijakan

Setiap penyalahgunaan AI yang melanggar etika publikasi, integritas akademik, kerahasiaan, atau standar ilmiah dapat mengakibatkan penolakan manuskrip, koreksi, pencabutan, atau tindakan editorial lainnya sesuai dengan kebijakan jurnal.

 

Pembaruan Kebijakan

Kebijakan ini dapat diperbarui secara berkala sebagai respons terhadap perkembangan teknologi AI dan standar penerbitan ilmiah.