Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot dan  Budaya Mutu

Authors

  • Imam Azhar Azhar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.58518/participatory.v5i01.4594

Keywords:

SMK, Lembaga Pendidikan, Total Quality Management

Abstract

ABSTRACT

Implementasi manajemen yang dapat memperbaiki kondisi dan performa lembaga dalam rangka menjadi lembaga yang berkulalitas dan mempunyai daya tarik merupakan sebuah keharusan. Namun demikian, Ini berbeda dengan kondisi lokasi dampingan yang ada, dimana fungsi-fungsi manajemen tidak berjalan dengan baik yang pada gilirannya mengancam keberadaan lembaga itu sendiri. Untuk perbaikan dan peningkatan performa lembaga yang berkualitas inilah maksud dan tujuan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan. Kegiatan dampingan ini dilaksanakan mengikuti periodisasi Kepemimpinan kepala sekolah. Bentuk kegiatan dampingan yang dilaksanakan terdiri dari 3 fase. Fase pertama adalah Perencanaan dengan bentuk kegiatan melakukan analisis SWOT, Mengkaji dan merumuskan ulang visi dan misi lembaga, Merumuskan indikator-indikator visi dan misi, dan Merumuskan kegiatan implementatif pencapaian indikator visi dan misi. Fase kedua adalah organizing dan Actuating seperti: pelakasanaan re-recruitment tenaga struktural dan guru, Pelatihan manajemen kualitas, dan pelatihan budaya kualitas. Fase ketiga adalah evaluasi. Pada fase ini, tim penjamin mutu dan pendamping secara terencana melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan secara periodik, yaitu 3 bulanan.  Fase ketiga adalah fase pengotrolan dan evaluasi. Hasil implementasi program pendampingan menunjukkan bahwa lembaga telah mampu melakukan analisis SWOT, merumuskan ulang visi, misi, program dan indikator pencapaiannya. Pelakasanaan program menunjukkan kinerja yang lebih optimal yang diindikasikan dengan meningkatnya semangat, dan kehadiran para pejabat struktural, para guru dan siswa dalam menjalankan peran, fungsi, dan tugasnya masing-masing. Untuk mencapai kesuksesan secara lebih komprehensif dalam rangka menuju sekolah unggulan, maka direkomendasikan agar pelaksanaan perbaikan melalui pendampingan ini dijalankan pada tahun kedua dengan titik tekan yang berbeda, seperti perbaikan kurikulum dan program kesiswaan.

References

Azzahari, Azril. (2002). Reformasi Sistem Pendidikan Menuju Indonesia. Bandung: Pen. LPTK dan ISPI.

Becker, G. S. (1993). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education. Chicago: University of Chicago Press.

Berry, L. Leonard and Parasuraman A. (1991). A Marketing Service. New York: The Free Press.

Bre1in, Harvey K. (1997). Focused Quality. Meningkatkan Mutu Produk Dengan Hasil Nyata. Diterjemahkan dari “Focused Quality, managing the result” oleh Edi Nugroho. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo.

Buchori, M. (1994). Pendidikan dalam Pembangunan Nasional. Jakarta: Gramedia.

Dessler, Gary. (2000). Human Resource Management. Eight Edition. New Jersey: Prentice-Hall International, Inc.

Dewantara, K.H. (1935). Pendidikan. Yogyakarta: Taman Siswa.

Djojonegoro, W. (1998). Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: PT Jayakarta Agung Offset.

Fattah, Nanang. (2000). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT Rosdakarya.

Fals-Borda, O. (1987). The application of participatory action-research in Latin America. International Sociology, 2(4), 329–347.

Finch, C. R., & Crunkilton, J. R. (1999). Curriculum Development in Vocational and Technical Education: Planning, Content, and Implementation. Boston: Allyn and Bacon.

Gasperzs, Vincent. (2002). Total Quality Management, Edisi kedua. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2020). Peran Pendidikan Vokasi

Kotler, Philip and Karen A. Fox. (1995). Strategic Marketing in the educational institution, Second edition. New Jersey: Prentice Hall.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner. Victoria, Australia: Deakin University Press.

Lewin, K. (1951). Field theory in social science: Selected theoretical papers. New York, NY: Harper & Row.

Lewin, K. (1946). Action research and minority problems. Journal of Social Issues, 2(4), 34–46.

Lickona, Thomas. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Muslich, Masnur. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, MN. (2001). Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). Jakarta: Ghalia Indonesia.

Oackland, IS. (1989). Total Quality Management. London: Keinemann Professional Publishing Ltd.

Parasuraman, A et. al. (1991). A Conceptual Model of Service Quality and Its Implication for liiture Research, Journal of Marketing 1 (2) 44.

Pemerintah Republik Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Pfeffer, Naomi and Coote, Anna. (1991). Is Quality Good for You? London: Social Policy paper No. S, Institute of Public Policy Research.

Sallis, Edward. (1993). Total Quality Management In Education. London: Kogan Page.

Senge, Peter. at. al. (2000). Schools lihat learn, A lilin discipline resource. London: Nicholas Brealey.

Spanbauer, Stanly J. (1992). A Quality System for Education. Milwaikee, Winconsin: ASQC Quality press.

Tampubolon, Daulat P. (2001). Pendidikan tinggi Bermutu. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.

Tenner, Arthur R and Irving J. Detoro. (1995). Total Quality Management: Three Steps To Continuous Improvement. New York: Addison-Wesley Publishing Company, Inc.

Terry, G.R. and Rue, Leslie W. (1992). Dasar-dasar Manajemen. Diterjemahkan dari “Principle of management” oleh GA Ticoalu. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Tilaar, H.A.R. (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Tjiptono, Fandy. Dan Diana, Anastasia. (2001). Total Quality Management, Edisi revisi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Wahjosumidjo. (2011). Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Azhar, I. A. (2026). Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot dan  Budaya Mutu. PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(01), 37-51. https://doi.org/10.58518/participatory.v5i01.4594