Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce terhadap Pesan Dakwah dalam Film Assalamu'laikum Beijing 2: Lost In Ningxia
DOI:
https://doi.org/10.58518/alamtara.v10i1.4983Kata Kunci:
Semiotika, Pesan Dakwah, Film Religi, Assalamu'alaikum Beijing 2, Charles Sanders PeirceAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan dakwah yang terkandung dalam film Assalamu'alaikum Beijing 2: Lost in Ningxia melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika model triadik Peirce yang melibatkan tiga elemen utama, yaitu representamen (tanda), objek, dan interpretan. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengungkap lapisan makna yang tersembunyi di balik simbol, gestur, dan dialog dalam setiap adegan film. Fokus analisis merujuk pada representasi pesan dakwah yang mencakup tiga kategori: akidah, akhlak, dan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara konsisten memuat pesan dakwah pada ketiga kategori tersebut. Pesan akidah tergambar dalam pemahaman tentang pentingnya selalu bertawakal dan meminta pertolongan hanya kepada Allah; pesan akhlak terlihat melalui nilai menjaga pandangan, bersedekah, dan saling memaafkan; serta pesan syariah tampak pada kewajiban menutup aurat, menjaga batasan interaksi dengan lawan jenis, dan mengajarkan ilmu agama. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian dakwah kontemporer berbasis media audio-visual serta memperkaya khazanah analisis semiotika dalam studi komunikasi Islam.
Referensi
Acil, H. P. (2024). Pesan moral Islami dalam film Ikhlas KFPI 2022 (Analisis semiotika Charles Sanders Peirce). Sarasvati, 6(1). https://doi.org/10.30742/sv.v6i1.3410
Ariffudin, & Pratiwi, A. F. (2017). Film sebagai media dakwah Islam. Aqlam: Journal of Islam and Plurality, 2(2). https://doi.org/10.30984/ajip.v2i2.523
Efrina, E., & Puspitasari, A. (2025). Representasi dakwah dalam film Perjalanan Pertama. JOISCOM, 6(2). https://doi.org/10.36085/joiscom.v6i2.8812
Fajri, N. C. (2025). Ketakutan dalam iman: Analisis semiotika Peirce pada film horor-religi. KOLITA, 23(23). https://doi.org/10.25170/kolita.v23i23.7164
Hanif, M., & Rahmadhani, L. A. (2023). Representation of Islam and Hinduism in the Bajrangi Bhaijaan film: Charles Sanders Peirce's semiotics theory. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 5(3), 199–222. https://doi.org/10.20885/ijiis.vol.5.iss3.art5
Haq, I., Suryani, S., & Rahmawati, R. (2023). Seni film sebagai sarana dakwah dalam perspektif Al-Qur'an (Analisis film 5 PM dengan teori semiotika Roland Barthes). IHSANIKA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(3), 49–62. https://doi.org/10.59841/ihsanika.v1i3.350
Hasanah, N. F. L. (2024). Character values in the film Surau dan Silek (A semiotic analysis of Charles Sanders Peirce). Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Studies, 4(1), 1–15. https://ejournal.upi.edu/index.php/Cinematology/article/view/40739
Hidayah, L., & Lailah, K. N. (2024). Studi analisis pesan dakwah dalam film animasi Ibra pada episode 10 Fomo. An-Nashiha Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies, 4(1), 40–52. https://doi.org/10.55352/an-nashiha.v4i1.847
Ilham, D. M., Fauziah, S., & Hasanah, N. (2022). Implikasi pendidikan dari Al-Qur'an Surat An-Nur ayat 30-31 tentang perintah menjaga pandangan terhadap pendidikan akhlak. Bandung Conference Series: Islamic Education, 2(2), 595–602.
Kamaruzzaman, K. (2023). Optimalisasi sistem komunikasi efektif dalam penyampaian pesan dakwah Islam. Encommunication: Journal of Communication Studies, 1(1), 10–20.
Maulidah, I. N., Kholish, M. N., & Supriadi, M. (2025). Film Ajari Aku Islam dalam analisis komunikasi dakwah. Jurnal Komunikan, 4(2). https://doi.org/10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.633
Moleong, L. J. (2018). Metode penelitian kualitatif (Edisi 38). Remaja Rosdakarya.
Musyafak, M. A. (2013). Film religi sebagai media dakwah Islam. Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, 2(2), 327–338.
Nisa, K., & Alhadi, M. N. A. (2024). Challenging the mainstream portrayal of Islam in Indonesian screen culture: Religious representation in Hati Suhita film. DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies, 9(1), 49–68. https://doi.org/10.22515/dinika.v9i1.8557
Nurhikmah, N. (2024). Analisis pesan dakwah pada film animasi Omar dan Hana. Jurnal Dakwah Tabligh, 25(2), 180–193.
Peirce, C. S. (1958). Collected papers of Charles Sanders Peirce (Vols. 1–8). Harvard University Press.
Rahmah, M. (2021). Husnuzan dalam perspektif Al-Qur'an serta implementasinya dalam memaknai hidup. Akademic Journal of Islamic Principles and Philosophy, 2(2), 185–200.
Rizal, F. F., Razzaq, A., & Assoburu, S. (2025). Analisis pesan dakwah Ustadz Taufiq Hasnuri melalui YouTube terhadap masyarakat Kota Palembang. CONVERSE: Journal Communication Science, 1(3), 1–15.
Rumaysho.com. (2026). Shalat berdua dengan yang bukan mahram. https://rumaysho.com/14656-shalat-berdua-dengan-yang-bukan-mahram.html
Sahari, M. I. (2024). Pesan dakwah dalam film Web Series Ustad Milenial karya Eko Kristianto. Millatuna: Jurnal Studi Islam, 1(1). https://doi.org/10.33752/mjsi.v1i01.5878
Sobur, A. (2016). Semiotika komunikasi. Remaja Rosdakarya.
Trimurti, A. A., & Irfanudin, F. (2022). Analysis of Islamic processing messages in the film of Nyai Ahmad Dahlan by Dyah Kalsitorini (Charles Sanders Peirce's semiotic model). Journal of Islamic Communication and Counselling, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.18196/jicc.v2i1.32
Wibowo, I. S. W. (2013). Semiotika komunikasi: Aplikasi praktis bagi penelitian dan skripsi komunikasi. Mitra Wacana Media.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 ALAMTARA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
