Hidden Curriculum di Taman Pendidikan Al-Quran

Hidden curriculum merupakan aspek pendidikan yang tidak tertulis dalam kurikulum formal, tetapi hadir melalui pembiasaan, budaya lembaga, keteladanan pendidik, serta interaksi sosial. Di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hidden curriculum memainkan peran penting dalam pembentukan karakter, religiusitas, dan kecerdasan spiritual santri. Penelitian-penelitian dalam pendidikan Islam menunjukkan bahwa keteladanan guru, pembiasaan religius, dan budaya disiplin merupakan elemen yang efektif dalam menanamkan nilai adab dan akhlak Qur’ani pada peserta didik. Studi-studi seperti Fuad (2024), Fitria & Rohman (2023), serta Riyadi (2022) menegaskan bahwa hidden curriculum mampu membentuk karakter positif melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui instruksi formal. Oleh karena itu, penerapan hidden curriculum di TPA perlu dirancang secara sadar, konsisten, dan terintegrasi agar mampu menghasilkan santri yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, dan spiritualitas yang kuat. Artikel ini membahas konsep hidden curriculum, bentuk-bentuk implementasinya di TPA, serta relevansinya berdasarkan temuan penelitian dalam pendidikan Islam.


 

How to Cite
Damayanti, L. B., Zuhdi , M., & Rosadi, B. E. . (2025). Hidden Curriculum di Taman Pendidikan Al-Quran. ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(2), 91-94. https://doi.org/10.58518/almurtaja.v4i2.4420

Lany Budi Damayanti

UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia

M. Zuhdi

UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia

Bobi Erno Rosadi

UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia

Hidden curriculum merupakan aspek pendidikan yang tidak tertulis dalam kurikulum formal, tetapi hadir melalui pembiasaan, budaya lembaga, keteladanan pendidik, serta interaksi sosial. Di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hidden curriculum memainkan peran penting dalam pembentukan karakter, religiusitas, dan kecerdasan spiritual santri. Penelitian-penelitian dalam pendidikan Islam menunjukkan bahwa keteladanan guru, pembiasaan religius, dan budaya disiplin merupakan elemen yang efektif dalam menanamkan nilai adab dan akhlak Qur’ani pada peserta didik. Studi-studi seperti Fuad (2024), Fitria & Rohman (2023), serta Riyadi (2022) menegaskan bahwa hidden curriculum mampu membentuk karakter positif melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui instruksi formal. Oleh karena itu, penerapan hidden curriculum di TPA perlu dirancang secara sadar, konsisten, dan terintegrasi agar mampu menghasilkan santri yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, dan spiritualitas yang kuat. Artikel ini membahas konsep hidden curriculum, bentuk-bentuk implementasinya di TPA, serta relevansinya berdasarkan temuan penelitian dalam pendidikan Islam.