Inklusifitas Guru Sebagai Bentuk Proteksi Perilaku School Bullying di Madrasah
Perilaku school bullying telah menggoncang pendidikan di Indonesia, hal ini juga di ungkapkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim bahwa 24,4% siswa Indonesia alami bullying melalui Assesment Nasional Tahun 2022. Dampak yang dirasakan oleh siswa yang alami bulliying tidak hanya menurunkan prestasi akademiknya, tetapi yang lebih parah adalah cacat mental. Tulisan ini menjawab bentuk-bentuk perilaku bullying, dampak perilaku bullying dan upaya guru dalam mengatasi perilaku bullying di sekolah Dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di MI Muawanah Banjarwati Paciran Lamongan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk perilaku bullying di sekolah Dasar yaitu bullying verbal langsung, intimidasi fisik, dan intimidasi verbal tidak langsung. Selanjutnya Dampak perilaku bullying di sekolah Dasar adalah selain memberikan dampak negatif secara psikis dan fisik bagi korbannya, perilaku bullying juga memberikan dampak negatif bagi saksi dan bagi pelaku. Adapun yang upaya sudah dilakukan sebagai guru dalam mengatasi perilaku bullying di sekolah Dasar antara lain Program guru dimana guru kelas sebagai konselor utama, Strategi guru kelas dimana guru berperan sebagai penasihat, motivator dan membuat kesepakatan. Program Madrasah juga dilakukan seperti pemberian bimbingan dan supervisi kepada peserta didik, Kerjasama dengan orang tua (parenting program) seperti mengadakan pertemuan, dan memasang slogan “Sekolah yang damai”.
Amanda, Ghyna. 2021. Stop Bullying: A-Z Problem Bullying dan Solusinya. Bandung: Cemerlang Publishing.
Astuti, Retno, Ponny. 2008. Meredam Bullying: 3 cara Efektif Mengatasi Kekerasan Pada Anak. Jakarta: UI Press.
Creswell, John W. Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Mycological Research. Vol. 94, 2015.
Djamarah, Bahri. Syaiful. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Firdaus, Muhamad. Fery. 2019. “Upaya Mengatasi Bullying di Sekolah Dasar dengan Mensinergikan Program Sekolah dan Parenting Program melalui Whole-School Approach”. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Didaktika, 2 (2).
Kurnia, Imas. Bullying. 2016. Yogyakarta: Istana Media
Levianti, 2008. “Konformitas dan Bullying Pada Siswa”. Jurnal Psikologi. 6 (1). 7.
Moleong, Lexi J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosda Karya
Mulyana, Deddy. 2013. Metodologi Penelitian Kualitattif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Prawesti, Anggraini. 2014. Celebrate Your Weirdness Positeens: Positive Teens Againts Bullying. Jakarta: PT. Gramedia.
Rapor Pendidikan Melalui Asessmen Nasional Tahun 2022,.https://www.kompas.com/edu/read/.
Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar-mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Pesada.
Susanto, Heri. 2020. Profesi Keguruan. Banjarmasin: Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan Universitas Lambung Mangkurat.
Tanzeh, Ahmad. 2011. Metodologi Penelitian Prakti. Yogyakarta: Teras.
Uno. Hamzah B. dan Nina Lamatenggo. 2016. Tugas Guru dalam Pembelajaran Aspek yang Mempengaruhi. Jakarta: Bumi Aksara.
Wiyani, Ardy, Novan. 2012. Save Our Children From School Bullying. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media.